Go to ...

RSS Feed

Thursday, November 14, 2019

Rahasia dibalik Zenith El Primero yang Legendaris


Sudah menjadi rahasia umum bahwa Zenith lah yang menciptakan Chronograph otomatis pertama kali 50 tahun yang lalu.
El Primero adalah pelopor Chronograph yang saat ini digunakan oleh banyak merek lain.
Coba kita melihat kembali bagaimana terobosan ini dimungkinkan.
Diciptakan 50 tahun yang lalu, Chronograph otomatis ini membuat gema berita jauh melampaui pegunungan Swiss yang bersalju. Dan walaupun banyak orang mengetahui hal ini, tetapi sedikit sekali yang tahu bahwa – jika bukan karena satu orang – El Primero mungkin tidak akan bisa untuk melihat abad ke-21.zenith_elprimeroThe Man, The Myth, The Legend – Charles Vermot
Tahun itu adalah tahun 1969, tahun yang penuh dengan yang pertama bagi umat manusia: penerbangan uji supersonik Concorde pertama, manusia pertama mendarat di bulan, dan Chronograph otomatis pertama.
Zenith SA, yang berbasis di Le Locle, adalah Perusahaan Jam pertama yang menciptakan kaliber ikonik ini.
Setelah penciptaannya, Zenith El Primero terlihat memiliki apa yang tampak seperti masa depan yang cerah. Tidak hanya swbagai movement Chronograph otomatis pertama, tetapi juga Chronograph pertama dan satu-satunya yang mampu mengukur hingga sepersepuluh detik.
Semua ini berkat detak 36.000 vph yang terkenal. Zenith memenangkan perlombaan melawan perusahaan yang tak terhitung jumlahnya, dari Swiss dan Jepang, untuk menciptakan movement Chronograph yang sekarang legendaris ini.
Kebangkitan Zenith El Primero A386.
Sayangnya, pada tahun 1975 dimulai Krisis jam Kuarsa, perusahaan Amerika yang saat itu memiliki Zenith memerintahkan penghentian produksi dan penghancuran semua hal yang berkaitan dengan El Primero dan movement mekanis nya.
Dalam pikiran mereka, tidak ada lagi masa depan untuk jam mekanik, dan jam kuarsa adalah jawabannya.
Charles Vermot, seorang pembuat jam tangan yang bekerja membuat caliber Chrono terkenal itu, berusaha tanpa henti dan tanpa juga tanpa hasil, untuk mengubah pikiran pemilik perusahaan di Amerika.
Dia menulis surat kepada mereka untuk menjelaskan bahwa itu akan menjadi kesalahan besar untuk menghapus aliber yang ikonik tersebut.
Dia lalu menulis,
“Tanpa menentang kemajuan, saya perhatikan bahwa dunia sering melewati berbagai siklus. Anda salah bila percaya bahwa Chronograph mekanik otomatis akan mati sepenuhnya. Dengan demikian saya yakin bahwa perusahaan Anda suatu hari akan mendapat manfaat dari model ini yang akan selalu dikenal dunia.”
“Menghancurkan” El Primero
Perusahaan tidak mau mendengarnya, jadi Charles Vermot mengajukan diri untuk menghancurkan El Primero sendirian.
Secara rahasia dari semua orang – bahkan keluarganya – ia menyembunyikan semua rencana, bagian, dan alat yang diperlukan untuk membuat El Primero dan semua movement mekanis di balik dinding palsu di loteng gedung yang tidak terhubung di sebelah Pabrik.
Kepercayaan yang kuat bahwa perusahaan akan kehilangan sesutu yang sangat berharga dengan menghancurkannya mendasari tindakannya.
Charles Vermot kemudian melanjutkan pembuatan jam tangan Quartz seperti yang diminta oleh perusahaan Amerika.
Pada tahun 1984, Krisis Kuarsa akhirnya segera berakhir, dan jam dengan merek Zenith sekarang hanya bayangan kejayaan masa lalu.
Pemilik perusahaan dari Amerika lalu menjual perusahaan kembali ke perusahaan di Swiss. Selama bertahun-tahun, Zenith telah berubah bentuk dan hanya sekedar menjadi pemasok movement ke merek yang lebih menonjol.
Pada saat itu, Rolex sedang mencari movement yang lebih baru untuk meremajakan mesin Chronograph Daytona mereka. Jadi, Charles Vermot dipanggil dan diminta untuk membantu mereka menciptakan kembali El Primero.
Hanya sedikit orang dari mereka yang tahu, bila Vermot telah menyembunyikan semua alat, bagian, dan rencana movement El Primero.
Setelah beberapa rekan kerja mengingat tindakan keberanian Vermot saat lalu dan memintanya kembali, dia lalu kembali ke Pabrik, menerobos dinding loteng yang tersembunyi, dan, berkat dia, Zenith memulai kembali produksi El Primero.
Saat pada jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Zenith Juni lalu, menyambut 50 tahun El Primero, ada tamu undangan yang ternyata putra Charles Vermot, Michel.
Saat makan malam dia bercerita bahwa keluarganya sama sekali tidak mengetahui tindakannya ayahnya saat itu.
Ny. Vermot sangat curiga sehingga dia bertanya kepada Michel apakah dia tahu apa yang sedang dilakukan ayahnya dengan bekerja lembur di malam hari. Michel ingat bahwa pada saat itu dia memberi tahu ibunya bahwa dia tahu bahwa ayahnya adalah seorang pekerja yang sangat keras dan bahwa ibunya seharusnya tidak khawatir. Dia tidak tahu bila ayahnya saat itu sedang menyelamatkan kelanjutan El Primero dan juga Zenith sebagai perusahaan, dan mungkin juga industri jam tangan saat ini.

Diambil dari watchonista news

Tags: ,

More Stories From History