Go to ...

RSS Feed

Monday, December 9, 2019

Kisah Patek Philippe dan Kamp Tahanan.


Charles Woehrle adalah seorang pembom B-17 dari Army Air Corps, yang berbasis di Inggris.
Pada suatu serangan bom di Prancis, pesawatnya ditembak jatuh oleh Jerman dan dia ditangkap dan dipindahkan dengan kereta api ke salah satu kamp penjara Nazi terbesar (yang nantinya jadi tenar berkat film, “The Great Escape”).Charles1Di sana ia hidup dalam tempat yang menyedihkan, kejam, dan menjemukan selama lebih dari dua tahun.
Untuk melewatkan waktu, dia terpaksa membaca, mengotak-atik, dan bahkan belajar sulaman.
Suatu hari ia menemukan sebuah iklan kecil dari sebuah merek jam Swiss yang berbunyi, “Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang Patek Philippe, kirimkan formulir di bawah ini dan kami akan mengirimkan brosur kepada Anda.” Charles lalu mengirimkan formulirnya, juga menambahkan tulisan, “Saya ingin membeli salah satu jam tangan Anda, jika Anda mengizinkan saya membayarnya setelah perang.”
Hebatnya, berbulan-bulan kemudian, sebuah paket tiba di kamp yang berisi Patek Philippe. Jam tangan Charles Woehrle menjadi sensasi di antara para tahanan lain, bukan karena nama Patek Philippe, tetapi karena seperti benda kecil dari dunia di luar, mungkin sebagai simbol harapan.
Charles selalu memakainya selama sisa penahanannya dan selama beberapa dekade di luar, ia juga memenuhi janjinya untuk membayarnya.
Cerita belum berakhir, di tahun 1980-an, rumah Charles Woerhle di St. Paul, Minnesota, dirampok dan jam tangannya dicuri, kehilangan jam tangan yang istimewa membuat Charles sangat terpikul.PP1Pada tahun 2011, ketika Louise, keponakan Charles yang mau membuat film tentang pamannya mendengar cerita ini, dia tahu itu harus menjadi bagian dari film yang dia buat.
Dia juga memutuskan untuk menghubungi Patek Philippe.
Patek menaruh minat pada ceritanya, tetapi kemudian melangkah lebih jauh, mencari sumber melalui berbagai jaringan contoh yang serupa dengan jam tangan yang dikirim ke Charles Woehrle pada tahun 1944.
Patek lalu menyerahkannya kepada Woehrle dalam sebuah upacara di New York City.
Kisah ini menciptakan sensasi kecil pada saat itu, dengan liputan dari The New York Times dan Today Show.
Musim panas yang lalu, Louise mengatakan bahwa film dokumenternya tentang pamannya akhirnya selesai. Charles meninggal beberapa tahun yang lalu pada usia 98 tahun, setelah menjalani kehidupan yang tenang.

More Stories From Berita HoW