Go to ...

RSS Feed

Tuesday, October 23, 2018

Longines Conquest VHP – ‘Jam dengan Presisi Sangat Tinggi


Longines_Conquest_VHPKisah Longines masuk ke penunjuk waktu berbasis Quartz ternyata cukup panjang.
Bermula pada tahun 1954, Chronocinérgies adalah instrumen perintis yang mampu menciptakan film dari serangkaian cetakan dengan kecepatan 1/100 detik, juga merupakan alat bantu yang menentukan di garis finish balapan.
Itu semua diatur oleh movement quartz pertama dari Longines.
Pada tahun 1969 Longines meluncurkan jam Ultra-Quartz (disebut “Jam Tangan Cybernetic Pertama,” dan juga yang terakhir), jam qurtz Longines ini adalah jam quartz pertama yang diproduksi massal yang lebih dahulu bahkan dari Seiko.
Sekarang, Seiko mungkin lebih dikenal sebagai pelopor jam Quartz tapi itu tidak menghilangkan apa pun dari bab penting dalam sejarah Longines dan teknologi quartz.
Kemudian, pada tahun 1984, Longines mengeluarkan 276 VHP (Very High Precision), sebuah movement yang digunakan dalam seri Conquest.
Saat ini seri Longines Conquest yang mendapat manfaat dari kaliber VHP yang baru ini dan diterapkan pada dua model berbeda yang masing-masing dengan dua ukuran berbeda, three hand dan chronograph.
Jam tangan Quartz adalah jam yang dalam posisi rumit dalam perusahaan pembuat jam tangan ; quartz umumnya lebih mudah untuk diproduksi, serta lebih mudah dan lebih murah untuk merawatnya – untuk sebagian besar, kita hanya perlu mengganti baterai setiap beberapa tahun – dan dapat menawarkan bermacam komplikasi pada harga yang tidak bisa dikerjakan pada jam tangan mekanik.
Kelemahannya adalah bahwa jam quartz hanya “dioperasikan dengan baterai” jam tangan dengan sedikit atau tidak ada perbedaan nyata diantara merek yang berbeda dan kurang disukai oleh penggemar jam mekanik pada umumnya.
Jadi, bila perusahaan jam tangan tradisional akan memulai memproduksi movement quartz, diperlukan sesuatu yang akan membedakannya dari puluhan ribu jam tangan quartz murah yang membanjiri pasar.
Presisi tinggi tentu saja merupakan fitur khas yang dapat menarik perhatian calon pembeli yang siap membayar lebih untuk jam yang lebih baik dan lebih baik lagi walaupun seorang pencinta jam mekanik sekalipun.
Presisi tinggi sebenarnya adalah apa yang ingin diraih oleh New Longines Conquest VHP : akurasi ± 5 detik per tahun.
Persyaratan COSC untuk gerakan quartz adalah ± 0,07 detik per hari, yang artinya sekitar ± 25,55 detik per tahun.
Movement L288.2 three hand dan L289.2 chronograph jelas sudah melebihi persyaratan COSC tersebut.
Movement dari Grand Seiko SBGX093 Quartz, Bulova Moon Chronograph, dan bahkan ETA Precidrive atau Omega Spacemaster Z-33 semuanya adalah movement quartz dengan presisi tinggi, tetapi tidak ada yang bisa menyamai atau setara dengan kaliber baru dari Longines VHP.
Jam tangan Grand Seiko, Bulova, dan Omega akurasi nya memang juga sangat mengesankan ± 10 detik per tahun tapi masih sekitar setengah dari akurasi Longines VHP.
Pertanyaan nya adalah apalah memang itu permintaan nyata dari pasar?
Nah, asal usul Longines Conquest VHP kembali ke tahun 2015 dan munculnya banyak Smart watch, yang membuat Longines berpikir bagaimana menghadapi kompetisi baru ini.
Mereka sampai pada kesimpulan bahwa mereka harus berpegang pada apa yang paling fokus mereka lakukan, yaitu membuat jam tangan tradisional.
Awalnya sesuatu yang tradisional dan kebanggaan dari Swiss adalah sebagai pembuat jam yang mengunggulkan ketepatan, tetapi kebanggaan itu telah dilunturkan oleh Smart watch yang selalu terhubung ke jaringan dan selalu menunjukan waktu yang sangat tepat.
Longines memutuskan bahwa mereka akan menawarkan jam yang tidak terhubung jaringan tetapi merupakan jam yang paling tepat di dunia.
Ternyata ETA juga sudah terpikir dengan ide itu, jadi mereka semua duduk dan mulai mendefinisikan proyek dan memutuskan apa lagi yang harus ditawarkan sebagai sesuatu yang baru.
Akhirnya muncul Longines VHP dengan movement quartz yang baru.
Fitur yang penting di sini adalah sistem GPD, atau Gear Position Detection.
Movement ini terus-menerus mengingat posisi tangan sehingga ketika jam tangan mengalami goncangan atau benturan (seperti misalnya jatuh 1 meter dari pergelangan tangan) ia memiliki kemampuan untuk mengatur ulang seting nya ke posisi saat sebelum kecelakaan terjadi.
Kaliber quartz ini juga memiliki dua sensor yang mendeteksi medan magnet, jadi jika arloji masuk, maka segera gerakan jarun akan berhenti dan, ketika telah berlalu, menggerakkan jarum kembali pada posisi yang semestinya.
Jam dengan caliber ini juga punya kemampuan perpetual calender sehingga kita tidak usah pusing lagi dengan perubahan tahun kabisat, batere nya di klaim bisa tahan 5 tahun.

More Stories From Berita HoW