Go to ...

RSS Feed

Sunday, August 19, 2018

Master of Complication


Pada tahun 1989, sekarang pembuat jam Swiss legendaris Philippe Dufour memutuskan untuk membuat jam tangan pertamanya.
Sampai saat itu, dia hanya bekerja diarea jam saku (Pocket Watch), terutama melakukan restorasi.
Era jam tangan yang rumit membuat ide kreatifnya mengalir: ia ingin membuat jam tangan minute-repeater. Dia membeli perangkat lunak CAD dan belajar sendiri bagaimana cara menggunakannya.
Selama dua setengah tahun berikutnya dia bekerja, memamerkannya di Basel Fair 1992. Setelah itu, dia memberi tahu majalah Europa Star, “Saya mengemasi tas saya dan membawa jam saya ke Singapura. Sepuluh hari kemudian, saya telah menjual dua buah dan telah menerima pesanan untuk lima lagi. Itu memberi saya awal yang nyata. Saya berhenti melakukan pekerjaan restorasi jam dan memfokuskan diri sepenuhnya pada usaha pembuatan jam pribadi saya sendiri. ”
Dufour bukan satu-satunya.
Pembuat jam Daniel Roth telah meninggalkan Breguet untuk mengeluarkan mereknya sendiri pada tahun 1989. Pada tahun 1992, di Lancaster, PA, pembuat jam Roland Murphy, merasa sakit dan lelah bekerja dibagian jam tangan quartz di Hamilton Watch Co., lalu memutuskan keluar dan meluncurkan jam merek RGM-nya.
Juga pada tahun 1992, di Jenewa, Franck Müller yang saat itu berusia 33 tahun memamerkan jam nya untuk pertama kalinya di acara SIHH , menampilkan delapan model jam tangan barunya.
Booming jam komplikasi melahirkan produk jam dari pembuat jam independen yang, biasanya belum punya nama dan sedikit dukungan keuangan, meluncurkan merek mereka sendiri. Gerakan “indie” saat itu sedang berlangsung.
Bintang besar yang muncul pertamanya adalah Müller. Müller lulus di ranking atas dari Geneva Watchmaking School. Setelah membuat jam tangan yang rumit secara pribadi, ia memulai perusahaannya sendiri dengan dukungan keuangan dari salah satu pendiri Vartan Sirmakes, seorang produsen jam tangan dari Geneva.
Müller membuat kehebohan dengan gaya retro yang khas, mengingatkan pada tahun 1920-an, menggunakan casing tonneau besar dan juga angka-angka Art Deco yang besar.
Tampilan gayanya adalah casing Cintrée Curvex yang tidak biasa, yang melengkung pada tiga sumbu.
Müller juga seorang pemasaran yang sangat berbakat. Tidak seperti kebanyakan pembuat jam pada waktu itu, ia mempromosikan mereknya secara pribadi.
Mengadopsi moniker “Master of Complications,” dia bertemu dengan klien dan dipeluk oleh selebritas seperti Elton John.
Model pemasaran yang ia dan Sirmarkes kembangkan menciptakan fenomena baru : Pembuat jam tangan sebagai Selebriti.
Pada acaranya Franck Muller pada suatu malam di Grand Havana Room di New York City pada tahun 1990-an. Müller khusus terbang dari Swiss untuk acara ini.
Dalam ruangan gelap, harum dengan aroma Macanudos, disaksikan para penggemar jam sambil menikmati koktail dan mengagumi jam tangan Franck Muller yang diterangi lampu dalam etalase.
Müller sendiri belum ada di sana.
Setelah beberapa saat, ada sedikit kegemparan: Franck ada di dalam ruangan. Bak bintang Hollywood tampan, mengenakan kemeja turtleneck hitam dan Jaket kuning muda, dia menyunggingkan senyuman, menerima pujian, dan berpose dengan para tamu.
Müller menghancurkan stereotip kuno pembuat jam yang menyatakan bahwa mereka sebagai orang introvert dengan cakrawala pengetahuan yang sempit.
Dia mewujudkan zeitgeist baru : Jam tangan mekanik dan mereka para pembuat jam tangan, “sangat keren”.
Müller mulai bekerja di tahun 1990-an (ekonomi dunia yang sedang booming, pola konsumsi yang naik, budaya selebriti, pencitraan merek) yang mendorong kebangkitannya yang cepat naik keatas dan membuat dia kemudian lupa diri, perseteruan yang sengit dengan Sirmakes atas strategi perusahaan, dikombinasikan dengan masalah pribadi yang membuat Müller mengaku sangat terganggu dari pekerjaannya, mereka secara terbuka berdamai di tahun 2004.
Tetapi gerakan Müller ternyata sangat berpengaruh.
Keberhasilan komersialnya (penjualan perusahaan diperkirakan mencapai CHF400 juta pada tahun 2003) mendorong para pembuat jam tangan baru yang berbakat yang meluncurkan merek mereka sendiri setelah dia seperti Michel Parmiagiani (Parmigiani Fleurier) pada tahun 1996; Felix Baumgartner (Urwerk) pada tahun 1997; Vianney Halter pada tahun 1998; F.P. Journe dan Richard Mille pada tahun 1999, dan masih banyak lagi.

More Stories From Berita HoW