Go to ...

RSS Feed

Thursday, November 22, 2018

Sekilas tentang jam Ball


Webster Clay Ball dilahirkan di Fredericktown, Ohio, USA 6 Oktober 1847, dikenal memiliki ketertarikan pada akurasi waktu.
Setelah 2 tahun magang pada seorang pembuat jam, Ball kemudian menetap di Cleveland, Ohio dan bekerja pada sebuah toko jam.
Pada tahun 1891 terjadi kecelakaan besar, yaitu tabrakan kereta api antara Lake Shore and Michigan Southern di Kipton, Ohio yang disebabkan karena jam seorang teknisi yang sedang bertugas tiba-tiba mati.
Badan resmi perkereta apian pada saat itu lalu menugaskan Ball sebagai Chief Time Inspector untuk membuat suatu standard waktu serta menetapkan sistem inspeksi agar didapatkan jam yang handal dan akurat.ball_eng2Kemudian Ball membuat aturan yang tegas dalam pembuatan jam agar didapatkan produk yang memperhatikan aspek-aspek:
ketangguhan, presisi, antimagnetic, isochronism, power reserve, dial arrangement, serta reliability jam pada 5 macam posisi.
Dimana aspek-aspek tersebut juga diperhatikan pada saat inspeksi reguler untuk mempertahankan kehandalan jam.
Bisnis jam miliknya di Cleveland kemudian berkembang kemudian pada akhirnya menjadi BALL Watch Company (saat ini berkantor pusat di La Chaux-de-Fonds, Switzerland), yang menggunakan movement dari perusahaan lain, lalu movement tersebut disempurnakan untuk dapat memenuhi standard tinggi yang diterapkan perusahaan.
BALL pada saat awal menggunakan movement dari top American manufacturers seperti Elgin, Hamilton, dan Waltham, yang kemudian berpaling pada Swiss Avia movements pada awal tahun 1940-an.
Waltham Watch Company kemudian mengikuti dengan memenuhi semua persyaratan pada BALL guidelines pada produksinya, penerapan BALL guidelines tersebut diikuti juga oleh Elgin National Watch Company dan hampir semua pembuat jam di Amerika lainnya pada saat itu seperti Aurora, Hamilton, Hampden, E. Howard & Co., Illinois, Seth Thomas, kemudian diikuti juga oleh beberapa perusahaan jam Swiss terkemuka seperti : Audemars Piguet, Gallet, Longines, Record Watch, Vacheron Constantin.
Motto
Pada BALL Watch Company, semua jam dibuat berdasarkan motto
“Since 1891, accuracy under adverse conditions”,
terjemahan bebasnya adalah
“Sejak 1891, tetap akurat sekalipun berada pada kondisi yang buruk”.
Dengan motto seperti tersebut, tentunya BALL Watch Company memiliki keseriusan dalam menjaga kualitas produknya sesuai dengan yang diharapkan.
PERFORMA
Macam-macam material case dengan kualitas superior yang digunakan pada BALL yaitu high-grade stainless steel dan titanium coated with Diamond-Like Carbon.
Khusus untuk seri Engineer Master II dan Engineer Hydrocarbon dilengkapi sistem antimagnetic dengan mengaplikasikan soft iron inner jacket.
Crystal terbuat dari anti-glare sapphire (AL2O3) dengan Moths hardness 9. Knoop hardness (C-axis) 1.670 s/d 2.000 kgf/mm2. Heat conductivity pada suhu 100°C sebesar 0.06 cal/cm-sec-°C. Nilai dielectric strength sebesar 20.800 kg/cm2.
Konstruksi semua jam BALL dirancang untuk mampu menahan goncangan minimum 5.000 Gs pada impact test, pengujian dilakukan dengan bantuan mesin untuk mensimulasikan pengaruh kondisi jatuh bebas di atas lantai kayu keras setinggi 1 meter.
Untuk seri Engineer Hydrocarbon dirancang untuk menahan goncangan 7.500 Gs, untuk memastikan fitur shock resistance yang dimilikinya.
BALL bekerja sama dengan top Swiss movement manufacturers untuk membuat movement yang presisi dan tangguh. Kemudian BALL menyesuaikan dan memodifikasinya sesuai Ball Standard.
BALL dilengkapi dengan self-powered micro gas tube (3H) yang memberikan legibility yang excellent bahkan pada kondisi gelap dan buruk.
Sumber cahaya pada BALL tidak membutuhkan batere atau paparan pada sumber cahaya lain, dan mampu bertahan sampai dengan 25 tahun.
Untuk seri Engineer Hydrocarbon, markings pada bezel terdapat luminous paint.
Fitur water resistance pada BALL watch memiliki rentang antara 30 m sampai 3.000 m, tergantung dari model yang dipilih.
Pengujian dilakukan dengan merendam jam dalam air dengan tekanan yang relevan paling tidak selama 5 menit.
Jam harus menunjukkan bahwa tidak terjadi kebocoran untuk lolos pengujian. Tentunya sebelum direndam dalam air harus dipastikan crown sudah screwed-in secara tepat agar tidak ada air yang masuk ke movement.
Dimana sistem crown protection yang menjadi paten BALL pada seri Engineer Hydrocarbon memastikan crown kembali pada posisi yang tepat.
ANTIMAGNETIC
Pertama kali yang mengobservasi fenomena magnetic adalah orang Yunani pada sekitar tahun 600 SM.
Magnet alami (Fe3O4) berupa ferrous oxide hitam yang mana bentuknya menyerupai batu hitam, ditemukan di Provinsi Magnesia, Turkey.
Medan magnet yang dihasilkan oleh magnet alami secara umum terlalu lemah untuk mengganggu akurasi jam mekanik, tapi kondisi tersebut tidak berlaku untuk medan magnet buatan manusia. Sehingga terdapat resiko kerusakan jam mekanik bila berada pada jangkauan medan magnet buatan manusia.
Jadi dimana terdapat resiko medan magnet buatan manusia di kehidupan sehari-hari? Dekat televisi, stereo system, radio, dan lemari pendingin di rumah kita. Dekat telepon atau layar komputer di meja kerja. Di pintu mobil, dll.
Untuk BALL watch seri Engineer Hydrocarbon, Engineer Master II, dan Engineer II dilengkapi dengan konstruksi case antimagnetic dengan material ferric stainless steel yang tahan korosi.
Selain itu, di bagian dalam case diproteksi dengan sebuah soft iron inner jacket yang terdiri dari sebuah back plate, serta sebuah ring yang mengelilingi movement dan dial.

More Stories From Berita HoW