Go to ...

RSS Feed

Sunday, August 19, 2018

Bulova Accutron “Five Star”


Menemukan jam tangan Bulova Accutron yang dimiliki dan dipakai oleh Jenderal bintang lima Omar Bradley adalah suatu yang tentunya sangat susah.
Bradley, yang memimpin Angkatan Darat AS selama Perang Dunia II, telah menjadi Ketua Dewan Bulova dari tahun 1958 hingga 1973, dan bahwa jam tangan berlogo bintang lima itu pernah ada, tetapi jam tangan ini tidak pernah ada tandanya – tidak ada foto, bahkan di situs web penggemar Bulova sekalipun.
Bradley adalah perwira terakhir AS yang memperoleh pangkat lima bintang, yang menandakan seorang Jenderal Angkatan Darat.General_of_the_Army_Omar_Bradley
Bradley sangat berperan dalam menjalankan Bulova, tetapi ia juga berkomitmen untuk merehabilitasi veteran militer AS ke dalam masyarakat, melatih mantan tentara di sekolah pembuatan jam Bulova, dan menggunakan program Bulova sebagai cetak biru untuk melatih kembali tentara setelah dinas militer mereka. Dia juga membantu Bulova menjadi tidak hanya perusahaan pembuat jam, tetapi juga pembuat instrumen yang presisi untuk aplikasi militer dan kedirgantaraan, terutama selama Perang Dingin.
Jenderal Omar Bradley lahir di kemiskinan pedesaan di Missouri tetapi unggul secara akademis dan sebagai seorang atlet di sekolah menengah, dan bekerja setelah lulus sebagai tukang ledeng kereta api ketika guru sekolah minggunya mendorongnya untuk mengikuti ujian masuk untuk West Point.
Dia lulus pada tahun 1915 sebagai bagian dari kelompok yang dikenal sebagai “kelas dengan banyak bintang,” yang mengacu pada fakta bahwa dari kelas dengan 164 siswa tersebut, 59 orang diantaranya menjadi jenderal.bradley_bulova2
Kita mungkin akan berpikir bahwa dengan lima bintang dan komando tertinggi Angkatan Darat , Bradley tentunya menjadi perwira tertinggi dari kelompok itu dan Itu hampir benar – dia dilewati hanya oleh Dwight D. Eisenhower, yang mencapai bintang lima lebih dahulu dan juga, menjadi Panglima Tertinggi, Pasukan Ekspedisi Sekutu di Eropa.
Pada saat pendaratan D-Day, Bradley membawahi sekitar 1,3 juta orang di bawah komandonya – lebih banyak daripada jenderal AS lainnya dalam sejarah.
Bradley adalah seorang pria yang tenang dan sopan, tidak seperti beberapa rekannya yang memiliki kepribadian lebih tegas.
Seorang yang berhati-hati dan bijaksana, Bradley jelas-jelas tertutup, selalu mengatakan “tolong,” dan berbicara dengan cara yang sopan.
Dia dikenal sebagai “jenderal GI,”, beberapa orang tidak sependapat dengan gaya kepemimpinannya tetapi oleh sebagian besar teman dan bawahannya ia diingat sebagai perwira yang baik dengan perhatian besar terhadap kesejahteraan pasukannya.
Pada akhir Perang Dunia II ia memegang pangkat jenderal bintang empat, dan pada tahun 1950 oleh Angkatan Darat (pangkat bintang lima di AS umumnya hanya diberikan untuk masa perang) diberi hak untuk memakai lima bintang pada seragamnya.
Bradley menjadi Ketua Kepala Staf Gabungan yang pertama tetapi mengundurkan diri dari dinas aktif pada tahun 1953 karena kecewa dengan penanganan pemerintahan Truman terhadap Perang Korea.
Tampaknya wajar jika melihat bahwa sebagai orang yang peduli dengan kesejahteraan prajurit, Bradley menjadi kepala Administrasi Veteran, posisi yang dipegangnya dari pertengahan 1945 hingga 1947.
Ia sangat tertarik membantu para veteran yang cacat untuk kembali ke kehidupan sipil.
Bulova School of Watchmaking menarik perhatiannya sejak awal, karena kursus ini adalah pelopor dalam aksesibilitas bagi penyandang cacat, dan dirancang untuk membantu membuat orang cacat merasa dihargai lagi.
Lulusan kursus ini bisa mengisi pekerjaan dengan lebih dari 1500 posisi yang dijanjikan oleh pangsa pasar jam di Amerika.
Bulova Accutron.
Accutron adalah jam paling canggih pada masanya dan dipilih tidak hanya oleh NASA, tetapi juga oleh CIA untuk para pilot yang menerbangkan pesawat tercepat yang pernah dibuat.
Setelah turnya Bradley menulis, “Saya harap kita dapat mendorong orang lain untuk memulai proyek serupa, sehingga setiap orang dari anak laki-laki kita yang menderita cacat dapat memiliki kesempatan untuk merasa mandiri dan merasa dia mencapai sesuatu.”
Bradley, dikutip dalam lembaran berita untuk kursus para veteran mengatakan, “… menandai langkah maju baru dalam kerjasama pemerintah dan industri untuk memastikan tidak akan ada pengulangan dari praktek yang boros dan mahal mengabaikan bakat dan kemampuan veteran yang cacat.”
Omar Bradley menjadi Ketua Dewan Pengawas Bulova dari tahun 1958 hingga 1973.
Saat itu industri jam di AS semakin dilihat sebagai elemen penting tidak hanya dalam produk konsumen, tetapi juga dalam industri pertahanan Amerika.
Pembuatan jam sangat penting bagi AS dalam hal keterampilan dan teknologi dan pada bulan Juli 1954, Presiden Eisenhower menaikan tarif pada jam tangan impor “… untuk membantu pasar jam dalam negeri Amerika Serikat dengan menjaga dan melestarikan keterampilan yang penting …”
Keputusan ini dikuatkan pada pernyataan “… bahwa industri pembuatan jam Amerika sangat penting untuk pertahanan nasional kita …” (Laporan Tahunan Bulova Watch Company, 1955).
Mr Arde Bulova dipanggil untuk berbicara didepan sub-komite untuk Komite Angkatan Bersenjata Amerika Serikat di mana ia merinci peran penting pembuatan jam dan pembuatan perangkat presisi untuk senjata yang dipasok ke Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan laut.
Tidak hanya Bradley sebagai Ketua Dewan, dia juga (dan ini yang kurang dikenal) menjabat Ketua divisi Penelitian dan Pengembangan Bulova dari tahun 1954 dan seterusnya.
Dalam kapasitas ini Bradley membuat pernyataan (dalam Laporan Tahunan 1955 Bulova) tentang mengapa Presiden Eisenhower telah menandatangani kenaikan tarif.
Yang terpenting dalam pikiran Bradley adalah bukan hanya persediaan suku cadang dan instrumen presisi, tetapi juga tenaga terampil yang dibutuhkan untuk memproduksi dan memelihara perangkat presisi seperti itu.
Karena Bulova memiliki fasilitas manufaktur baik di AS dan Swiss, maka Bulova adalah tempat yang tepat untuk memanfaatkan teknologi dan produksi di kedua lokasi tanpa menimbulkan perubahan tarif pada produk mereka. Namun, kekhawatirannya adalah mempertahankan produksi dan pasokan domestik.
Pelajaran yang didapat dari Perang Dunia Kedua dan Perang Korea masih ada dalam pikiran Bradley.
Dia menulis surat kepada pemegang saham Bulova yang meyakinkan mereka bahwa tindakan proteksionis adalah demi kepentingan nasional untuk pertahanan.
Di bawah Bradley departemen R & D mulai memproduksi jam, dan juga banyak perangkat presisi lainnya, untuk aplikasi militer; pada tahun 1954 ia menulis, “Bulova memproduksi mekanisme yang paling kompleks dan rumit untuk perangkat pendeteksi arsenal nasional kami untuk peluru kendali, mortar, detektor ranjau, rakitan kepala torpedo yang rumit, kristal quartz, dan perangkat tertentu yang diklasifikasikan sebagai rahasia oleh Departemen Pertahanan.”
Hanya dalam satu tahun (1954) jumlah karyawan di divisi Penelitian dan Pengembangan meningkat lima kali lipat. Dan salah satu elemen penting, baik untuk konsumen maupun untuk militer, adalah pengembangan jam tangan yang dikenal sebagai Accutron.
Pada tahun 1952, Harry Henshel pergi ke Swiss untuk meneliti kemungkinan teknologi baru untuk pembuatan jam, setelah ia prihatin tentang kemajuan dalam pembuatan jam tangan elektronik oleh saingannya seperti Elgin dan Lip.
Di sana ia bertemu Max Hetzel, insinyur di pabrik Bulova di Bienne.
Hetzel lah orang yang menjadi penemu dari garpu tala Accutron dan pada tahun 1954 dia sudah membuat prototipe cara kerjanya.
Laporan Bulova tahun 1958 mengatakan, “Arloji ini untuk pertama kalinya memanfaatkan elektronik untuk menghasilkan akurasi yang melampaui jam tangan mekanik.”
Movement Accutron dimulai dari transistor tegangan rendah Raytheon CK 722 dan tidak seperti jam tangan elektronik pesaing Bulova, menggunakan garpu tala yang bergetar bukan electrical impulse balance wheel.
Movement Accutron pertama, tipe 214, digunakan di dalam jam Accutron pertama yang dijual pada tahun 1960 dan teknologi Accutron dengan cepat menjadi standar untuk ketepatan waktu dengan presisi tinggi – baik di pergelangan tangan, dan di militer, aerospace, dan juga aplikasi navigasi.
Sejumlah 46 Misi NASA diterbangkan dengan jam Accutron di kokpit.
Pada tahun 1964, Presiden Lyndon Johnson memberikan jam Accutron saat berkunjung ke pejabat negara bagian.
Air Force One juga dilengkapi dengan jam Accutron dan NASA bahkan meninggalkan timer Accutron di belakang Bulan sebagai bagian dari paket percobaan dibulan.
Accutron dan Bulova menjadi sinonim dan bahkan sampai saat ini ketika mereka mendengar nama Bulova, yang mungkin juga teringat adalah Accutron.
Bulova Accutron Bradley, yang tersimoan dalam koleksi pribadi, sangat sesuai dengan desain jam di akhir tahun 1960-an, dengan kotak jam gaya Calatrava dan crown terletak pada pukul 4:00.bradley_bulova4Dial dengan warna satin perak dan tulisan emas juga khas untuk era tersebut.
Apa yang membedakan ini sebagai salah satu jam tangan Bradley adalah lambang bintang lima.
Ini sebenarnya adalah serangkaian jam tangan yang diberikan sebagai hadiah oleh perusahaan, dan Bradley selalu memakai arloji Bukova setiap hari sampai diberikan sebagai hadiah tersebut.
Ini bukan jam untuk dipakai harian dan Museum Bulova percaya bahwa tidak lebih dari 12 buah yang pernah dibuat, jadi ini mungkin salah satu dari 12 jam tersebut; pemiliknya saat ini menolak untuk mengijinkan Museum mendapatkan jam ini karena itu adalah pusaka keluarga. bradley_bulova1Arloji ini adalah Accutron 218, dibuat sekitar tahun 1968, dan melambangkan saat ketika pembuat jam di Amerika tidak hanya menghasilkan kemajuan teknis (meskipun dibuat di Swiss) tetapi juga menyediakan mekanisme dan peralatan yang penting bagi pertahanan AS.
Pada saat Omar Bradley mengundurkan diri sebagai Ketua, pada tahun 1973, Bulova telah menjual sekitar 4 juta Accutrons, memberikan tingkat presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Jantung Accutron adalah garpu tala, yang getarannya dikendalikan secara tepat memberi Accutron keakuratannya.
Di movement ini terlihat kepala dua garpu tala, serta kumparan yang menyebabkan mereka bergetar.
Mengubah gerakan linear garpu tala menjadi gerakan melingkar untuk jarum jam tangan dilakukan dengan menggunakan impuls dari “jewel” yang terhubung ke garpu, yang mendorong “roda indeks” maju satu gigi setiap saat.
Roda indeks adalah bagian luar biasa dari rekayasa ini. Memiliki 320 gigi, masing-masing hanya 0,01 mm, dan itu hanya dalam diameter 2,4 milimeter dan ketebalan hanya 0,04 mm.
Ada 20 paten diajukan dengan movement Accutron dari 1950 hingga 1959, meskipun paten utama yang menetapkan movement itu adalah nomor paten 312290, yang diajukan di Swiss pada 19 Juni 1953.
Max Hetzel menghasilkan prototipe kerja pertama (yang digunakan untuk paten utama pada tahun 1953) dikerjakan manual dengan tangan nya.
Yang menarik adalah bahwa Hetzel hampir saja meninggalkan Bulova untuk Omega pada tahun 1957.
Prototipe pertama Hetzel, meskipun diberikan paten, tidak dapat diandalkan dan manajer pabrik di Bienne ingin membuangnya, sehingga Hetzel mengancam akan pergi.
Arde Bulova secara pribadi campur tangan dan menawarkan Hetzel posisi kepala fisikawan di pabrik Bulova yang ada di New York, dan di sanalah, pada 1959, prototipe model produksi pertama Accutron sukses dihasilkan.
Hanya setahun setelah jam tangan ini dibuat, Seiko menjual jam tangan komersial pertama yang bagus dan akurat dengan gerakan … Quartz : Seiko Astron.
Era Accutron sebagai jam produksi paling akurat di dunia segera berakhir.
Dengan berkurangnya pengaruh Jenderal Bradley dan hilangnya koneksinya ke koridor kekuasaan di Washington, tempat Bulova di rantai pasokan militer juga akhirnya berakhir.
Bulova Accutron 218 “Lima Bintang” ini adalah simbol dari sebuah masa yang menakjubkan dalam sejarah pembuatan jam di Amerika.

More Stories From Berita HoW