Go to ...

RSS Feed

Monday, December 10, 2018

Rolex Deepsea Sea-Dweller D-Blue Watch For James Cameron


Suatu saat diakhir bulan Maret 2007, saya sedang diluar kota, saya menerima pesan WA dari sahabat saya yang menanyakan apakah saya minat dengan Rolex Deepsea Sea Dweller James Cameron ini karena yang nunggu type ini sangat banyak (Waiting List) dan belum tentu kapan bisa masuk lagi, saya sendiri nggak pernah kepikir masuk waiting list.
Semula ada keraguan tetapi akhirnya saya bilang “ya” saya ambil … apalagi model ini termasuk salah satu model yang biasanya “waiting list” untuk mendapatkannya dan tidak tahu kapan bisa diperoleh walau sudah kasih DP sekalipun.
Rolex Deepsea ini memang khusus dipersembahkan untuk mengenang aksi James Cameron, sehingga banyak yang menyebutnya Rolex James Cameron, ada pula yang menyebutkan Rolex Deepsea ini dengan sebutan Rolex Deepsea Sea Dweller D-blue.
Dimensi Rolex type diver ini memang relatif besar dan tebal, diatas diameter Rolex Submariner tetapi masih dibawah Rolex Deepsea Challenge (The Giant of Rolex) yang menjadi contoh dibuatnya type Deepsea ini.
Memang type ini termasuk ke dalam model Sea Dweller yang dimensinya lebih besar dibanding model Submariner.
Perbedaan mencolok “Edisi khusus” ini dengan type dengan Deepsea lainnya adalah adanya perbedaan gradasi warna (dual gradation colour) pada dialnya.. yang seakan-akan dial tersebut menggambarkan kedalaman laut..dari atas biru terang makin kebawah birunya pun semakin gelap dan akhirnya hitam pekat…. imajinasi warna itu akibat dari “pekerjaan” James Cameron yang pernah disponsori oleh Rolex.James-Cameron-Deepsea-ChallengerRolex-Deepsea-Challenge-6
Dial yang sama juga digunakan untuk Rolex yang dipersembahkan untuk Kapten Don Walsh dan Jaques Piccard (untuk expedisi tristie membutuhkan waktu 5 jam untuk mencapai target kedalaman palung Marina ditahun 1960 menggunakan kapal Bathyscaphe Trieste, sedangkan James Cameron untuk ekspedisi Deep challenge hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk mencapai dasar palung pada tanggal 26 Maret tahun 2012, keduanya berekspedisi di palung yang sama yaitu Palung Mariana yang merupakan tempat terdalam dilautan).
Rolex type Deepsea Seadweller ini dibuat untuk penggunaan di laut dalam dengan keterangan pada dialnya dapat digunakan sampai dengan kedalaman 12800ft/3900 m.Rolex_18Rolex_6Rolex_13
Untuk bezelnya hanya bisa diputar searah putaran saja ke kiri dengan total 120 klik 360 derajat, mengapa hanya bisa berputar searah? dikarenakan jam ini penggunaanya untuk penyelam di kedalaman yang sangat riskan terhadap pembacaan data waktu, oleh karena itu dibuatlah bezel dengan arah satu putaran saja untuk keselamatan, menghindari perubahan kesalahan pembacaan akibat bezel yang tersenggol/berubah apabila bezel tersebut dibuat 2 arah.
Hal ini terkait dengan data waktu yang berbanding terbalik dengan penggunaan oksigen disaat melakukan penyelaman.
Lume untuk indikator jam ini berwarna biru, sedangkan hands nya berwarna hijau..dengan adanya perbedaan warna tersebut makin memudahkan dalam melihat waktu yang digunakan. Terlebih dot pada bezel yang dapat diputar searah berbeda warna dengan dot pada indeks jam sehingga meninimalkan kesalahan dalam pembacaan waktu pada saat menyelam, karena parameter waktu sangatlah krusial pada saat melakukan penyelaman
Terdapat juga Helium Escape Valve (HEV) pada sisi casing angka 9,Rolex_Deepsea_23

Sedikit share mengenai HEV ini ;
Kalau berbicara tentang diver watch, seringkali kita mendapati feature Helium Escape Valve (HEV). Banyak pemakai jam yang membanggakan feature HEV di jam tangannya, tanpa paham fungsi feature yang“special” ini.
Kali ini saya akan membahas fungsi sebenarnya dari feature HEV ini.
Sesuai keberadaannya yang melengkapi jam tangan diver, maka HEV ini erat hubunganya dengan kondisi dalam penyelaman/ diving.
Bagi diver profesional, khususnya “deep-diving”dipakai alat bantu pernapasan yang merupakan campuran dari beberapa jenis gas selain oksigen (misalnya trimix) yaitu helium dan hidrogen. Helium secara kimiawi merupakan partikel gas yang terkecil di alam. Dengan sifat ini maka gas helium yang dipakai dalam pernapasan para diver sebagian akan menyelinap masuk ke dalam casing jam tangan yang dipakai diver.
Begitu kecil ukuran partikel gas helium, sehingga mereka dapat menembus masuk melewati seal dan o-ring di jam tangan.
Masuknya gas helium ke dalam casing jam tangan akan menyebabkan masalah pada jam tangan ketika diver naik ke permukaan dan mengalami “dekompresiyang terlalu cepat”, yaitu adanya perubahan tekanan yang drastis.
Saat “dekompresi ekspress” inilah yang dapat menyebabkan gas helium yang ada di dalam jam tangan mengalami perbedaan tekanan yang signifikan dengan lingkungan di luar jam tangan. Hal ini dapat menyebabkan jam tangan “meledak”, antara lain pecahnya crystal jam tangan atau rusaknya casing jam tangan.
Untuk mengatasi kondisi ini maka pabrikan jam membuat konstruksi crystal yang semakin tebal dan kuat unttuk menahan tekanan. Di tahun 1960, Rolex dan Doxa SA, dua pabrikan jam tangan terkemuka bekerja sama mengembangkan metode yang berbeda untuk mengatasi masalah tekanan helium ini, yaitu mengembangkan feature HEV.
HEV berupa katup/ valve satu arah berukuran kecil yang dilengkapi pegas yang terintegrasi dengan casing jam. Valve ini akan aktif saat perbedaan tekanan antara bagian dalam jam dan kondisi lingkungan luar mencapai level tertentu.
HEV type ini diaplikasikan oleh Rolex pada model Sea-Dweller, Breitling pada model Superocean dan Seawolf…
Sumber : http://watchmaniaid.blogspot.com/2014/04/review-helium-escape-valve-helium.html

“Keterangan mengenai jam ini sebagian diambil dari web “http://baranghobi.blogspot.co.id/2015/03/deep-sea-james-cameron-r.html”

RolexDSSD_21RolexDSSD_18RolexDSSD_17RolexDSSD_16RolexDSSD_15RolexDSSD_13RolexDSSD_12RolexDSSD_10RolexDSSD_7RolexDSSD_6RolexDSSD_5RolexDSSD_4RolexDSSD_3RolexDSSD_2Rolex-Deepsea-Sea-Dweller-D-blue-Dial-11

MEMPERINGATI PENYELAMAN SOLO BERSEJARAH OLEH JAMES CAMERON. DARI WARNA BIRU CEMERLANG KE HITAM TANPA DASAR, PELATNYA YANG BERGRADIEN DWI WARNA INI MERAYAKAN PERJALANAN SEORANG MANUSIA KE TEMPAT TERDALAM DI BUMI:
DASAR PALUNG MARIANA.
PENDARAN BIRU
Tampilan Chromalight yang inovatif pada pelat jam menangkal batasan penglihatan dalam lingkungan yang gelap. Warna birunya yang tersendiri bertahan hingga dua kali lebih lama dari pada bahan berpendar standar. Penanda nol pada bingkai cincin, dalam bentuk segitiga, juga terlihat dalam jangkauan kegelapan samudra karena kapsul yang berisikan bahan berpendar yang sama
Katup tempat keluar Helium
Katup keselamatan yang dipatenkan oleh Rolex pada tahun 1967 ini berperan sebagai kamar dekompresi miniatur untuk jam tangan dan sangat penting bagi penyelaman saturasi yang dalam.
KATUP TEMPAT KELUAR HELIUM
Para penyelam profesional yang menuju permukaan setelah penyelaman saturasi yang dalam harus menghabiskan waktu di kamar dekompresi, tempat mereka bernapas dalam campuran gas yang mengandung helium. Molekul helium yang sangat kecil, sangat ringan dan non-volatil, menyebar ke mana-mana dalam kamar tersebut, yang juga menembus ke dalam jam tangan.
Selama dekompresi, helium tidak dapat keluar dari cangkang yang kedap air dengan cukup cepat, menciptakan perbedaan tekanan yang dapat memaksa kristal keluar dari cangkang jam.
Para ahli di Rolex membuat katup tempat keluar gas yang dipasang dengan pegas: terbuka ketika perbedaan tekanan di dalam dan di luar jam tangan mencapai 3 sampai 5 bar, sehingga helium akan keluar, tanpa membahayakan kekedapan air jam tangan tersebut.
Kekuatan yang luar biasa, kekedapan terhadap air, dan daya tahan terhadap tekanan pada Rolex Deepsea dimungkinkan karena sistem Ringlock yang eksklusif. Arsitektur cangkang yang inovatif dan dipatenkan oleh Rolex ini, memungkinkan jam tangan untuk menahan tekanan yang besar yang diberikan oleh air pada kedalaman 3.900 meter (12.800 kaki), yang setara dengan bobot sekitar 3 ton terhadap jam tangan.
Konstruksinya didasarkan pada tiga unsur: cincin baja bercampur nitrogen yang membentuk tulang belakang sistem, disertai dengan kristal safir yang berkubah setebal 5 mm dan punggung cangkang dari titanium kelas 5
PUNGGUNG CANGKANG TITANIUM
Arsitektur cangkang yang membuat Rolex Deepsea dapat menahan tekanan kolosal yang diberikan oleh air pada kedalaman yang dahsyat memanfaatkan dua fitur yang mengejutkan. Pertama, punggung cangkang yang kuat dengan fleksibilitas yang hampir tidak tampak karena kualitas yang alami dari campurannya, yang membuatnya sangat tahan terhadap kekuatan besar tersebut. Kedua, tekanan air sendiri mendorong tiga komponen inti dari Sistem Ringlock, termasuk punggung cangkang yang semakin ketat ketika kedalaman bertambah, yang secara alami menguatkan segel kedap udara pada cangkang.
James Cameron dan Tantangan Deepsea
MENUJU JANGKAUAN TERDALAM SAMUDRA
PADA 26 MARET 2012, KAPAL SELAM EKSPEDISI YANG DIPILOTI OLEH JAMES CAMERON TURUN SEJAUH 10.908 METER (35.787 KAKI) UNTUK MENCAPAI CHALLENGER DEEP, TITIK TERDALAM DARI LAUTAN DI DUNIA.
Lembah yang gelap di Pasifik
PALUNG MARIANA
Palung Mariana, yang terbentang di sebuah busur di sekitar Kepulauan Mariana di Samudra Pasifik, adalah bagian terdalam dari lautan di seluruh dunia. Bagian terdalam di palung tersebut, Challenger Deep, terletak sekitar 11.000 meter (hampir 7 mil) di bawah permukaan. Jika Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia, dimasukkan ke dalam palung tersebut, masih ada sekitar 2.000 meter (1,3 mil) air di atasnya.
PRESTASI DARI REKAYASA TEKNIK
Pada tahun 2012, arsitektur cangkang yang inovatif dari Rolex Deepsea dan sistem Ringlocknya berfungsi sebagai cetakan biru untuk desain Rolex Deepsea Challenge yang eksperimental, yang dijamin kedap air sampai kedalaman 12.000 meter (39.370 kaki).
Untuk mencapai level kinerja ini, para insinyur Rolex hanya harus menaikkan dimensi Rolex Deepsea komersial, dari 44 hingga ke 51,4 mm, menukar keterpakaian demi ketahanan terhadap tekanan yang pamungkas. Batas praktis satu-satunya pada kinerja Rolex Deepsea adalah ketentuan yang mengharuskannya pas di pergelangan tangan manusia.
Jam tangan untuk tantangan terdalam
PENYELAMAN SOLO TERDALAM
Kapal selam James Cameron membawa jam tangan Rolex Deepsea Challenge yang eksperimental yang dibuat khusus dan diletakkan pada lengan manipulator hidroliknya dan dua lainnya yang terpasang pada badannya. Dengan menaikkan skala teknologi yang dikembangkan untuk jam tangan penyelam Rolex Deepsea, kedap air hingga 3.900 meter (12.800 kaki), insinyur Rolex membuat model eksperimental yang dapat bertahan dari tekanan penghancur sekitar 12 ton pada kristalnya. Jam tangan Rolex Deepsea Challenge muncul tanpa cedera dari dunia yang dingin, gelap, dan tandus ini sekitar 11 kilometer (7 mil) di bawah permukaan Samudra Pasifik. Jam tangan tersebut menjaga waktu secar sempurna selama hampir tujuh jam di bawah air, sebagaimana Cameron menunjukkannya dengan cara melihat jam tangan di lengan manipulator di dasar Palung Mariana.
Januari 1960
PENYELAMAN PERINTIS
PADA TAHUN 1960 – 52 TAHUN SEBELUM EKSPEDISI DEEPSEA CHALLENGE – ROLEX MEMBUAT SEJARAH PEMBUATAN JAM TANGAN KETIKA BERGABUNG DENGAN BASTIKAF TRIESTE PADA PENYELAMAN YANG BELUM PERNAH TERJADI SAMPAI TITIK TERDALAM YANG PERNAH DIKETAHUI DALAM SAMUDRA DI DUNIA. DIAWAKI OLEH AHLI KELAUTAN SWISS JACQUES PICCARD DAN LETNAN ANGKATAN LAUT A.S. DON WALSH, TRIESTE MEMBAWA JAM TANGAN ROLEX DEEP SEA SPECIAL YANG EKSPERIMENTAL KETIKA MENCAPAI DASAR PALUNG MARIANA DI SAMUDRA PASIFIK PADA TANGGAL 23 JANUARI 1960, DI KEDALAMAN YANG TERCATAT PADA 10.916 METER (35.814 KAKI).

More Stories From 1 - Mechanical Watches