Go to ...

RSS Feed

Monday, August 20, 2018

Kisah sebuah jam Vintage …


Jam Vintage.
Salah satu alasan untuk menyukai jam tangan kuno atau vintage adalah karena mereka menceritakan kisah – mereka tampaknya mewakili jiwa mantan pemilik mereka, yang percaya dan menyukai jam mereka dan memakainya saat senang dan susah.
Dalam hal ini, chronograph dari Rolex ini tidak hanya mewujudkan kehidupan yang luar biasa dari tragedi dan kepahlawanan – tetapi juga merupakan simbol keberanian dan dedikasi terhadap kebebasan.Rolex3525_1
Rolex ref 3525
Rolex yang diceritalan di sini adalah Rolex 3525 chronograph dari tahun 1940-an, antimagnetik.
Referensi 3525 juga terkenal sebagai jam tangan Prisoner Of War, tersedia bagi para perwira Sekutu yang tertangkap selama Perang Dunia Kedua.
Jam tangan yang tersedia untuk POW Sekutu ada beberapa merek, tetapi Rolex adalah salah satu yang paling dikenal untuk maksud ini, dan 3525 dengan menggunakan movement chronograph Valjoux 23 dan dial radium sedikit lebih baik dari tipe lainnya dan juga menjadi alat yang lebih bermanfaat.
Salah satu jam yang secara historis menarik; adalah milik seorang perwira RAF Inggris, yang berpartisipasi dalam “Great Escape” dari kamp tahanan Stalag Luft III.
John Francis Williams – “Jack” nama panggilan nya – memesan “monoblocco” ini (satu-blok, mengacu pada one-piece casing dan bezel), saat dia ditahan di kamp Jerman Stalag Luft III, pada tahun 1942 , tak lama setelah pesawatnya ditembak jatuh saat serangan siang hari atas Prancis.
Pada waktu itu, Rolex memang menawarkan jam tangannya secara gratis kepada tawanan perang Sekutu, sebagai penghormatan – orang-orang yang memesan jam tangan dapat menerima jam nya dan tidak perlu dikembalikan atau membayar jam tersebut sampai akhir perang.
Sikap ini menunjukkan keyakinan bahwa Hans Wilsdorf – walau lahir di Jerman, tetapi warganegara Inggris kemudian Swiss melalui Rolex – yakin akan kemenangan dari Pasukan Sekutu, dan kesediaannya untuk terlibat.
Jelas untuk memenuhi pesanan tersebut terbukti rumit; seorang perwira yang dipenjara bersama Jack hanya menerima jam ketiga yang dikirim kepadanya, lebih dari 15 bulan setelah pesanan awalnya. Rolex menunjukkan dedikasi yang luar biasa kepada para pelanggan ini, menindaklanjuti proses pengiriman jam berturut-turut dengan surat, yang ditandatangani oleh Hans Wilsdorf sendiri.Rolex3525_3Letnan Penerbang Williams kemudian menjadi terlibat dalam rencana pelarian berani yang nantinya dikenal di seluruh dunia sebagai The Great Escape (kisah yang menjadi dasar cerita film Steve McQueen dengan nama yang sama).
Selama berbulan-bulan, 600 tahanan menggali tiga terowongan untuk rencana pelarian; satu terbukti tidak dapat digunakan, dan yang lain ditemukan oleh para penjaga Jerman, tetapi yang terakhir, dijuluki “Harry,” akhirnya selesai pada Maret 1944.
Para narapidana kemudian merencanakan pelarian besar-besaran selama kegelapan, berharap bahwa 200 dari mereka bisa, satu persatu, mencoba untuk pulang melalui daerah yang diduduki musuh.
Urutan pelarian ditentukan oleh undian agar semua merasa adil; Williams mendapat nomor 67, dalam kelompok 100 orang pertama.
Larut malam pada tanggal 24 Maret, para tahanan perlahan-lahan mulai aksinya, dan Williams akhirnya berhasil muncul di sisi lain pagar sekitar pukul 4 pagi. Sayangnya, tak lama setelah itu, penjaga melihat salah satu pelarian, dan kemudian menutup terowongan tersebut.
Hanya 76 tahanan yang berhasil bebas, dan perburuan besar-besaran para tahanan yg berhasil melarikan diri di seluruh Eropa akhirnya menangkap kembali setiap mereka kecuali tiga orang saja yang berhasil lolos.
Marah dan terhina karena kepahlawanan dan keberanian para tahanan tersebut, Hitler secara pribadi memerintahkan eksekusi mereka, yang sebenarnya melanggar Konvensi Jenewa.
Williams, bersama dengan 49 pelarian lainnya, dieksekusi oleh Gestapo pada tanggal 6 April, kejahatan perang yang kemudian 13 orang pelaku Jerman tersebut dijatuhi hukuman mati pada akhir Perang Dunia II.
Sebelum di eksekusi, Jack telah meninggalkan barang pribadinya kepada sesama tahanan Inggris, yang kemudian menyerahkannya kepada keluarga Jack setelah Perang berakhir.Rolex3525_4Jam tangan itu tetap tersimpan sebagai warusan dikeluarga sejak saat itu.
Pada tahun 2014, 70 tahun setelah kejadian, sepupu Jack akhirnya membawa jam kembali ke kamp Stalag Luft III ketika dia mengunjungi peringatan yang didirikan untuk menghormati para pria pemberani ini.
Jam Rolex ini kemudian dilelang oleh British Bourne End Auctions Rooms tahun 2015 dalam kondisi berjalan baik sesudah di service ulang tahun 1984.
Hasil lelang nya terjual GBP 165.000,- , tiga kali dari harga perkiraan awal …
[Source : https://www.hodinkee.com/articles/a-vintage-rolex-reference-3525-telling-a-beautiful-but-tragic-story]

More Stories From 1 - Mechanical Watches